Rabu, 27 Januari 2010

pelajaran dari kaktus


Here they Are,,, Ceritanya.... Pada zaman dahulu kala. Ketika para kaktus masih memiliki kaki dan bisa berjalan bebas dimuka bumi, kira-kira sekitar tahun 584.963 SM. Hiduplah 2 ekor kaktus yang sudah bersahabat sejak lama. Namanya Kakto dan Kakti..


Mereka berdua sudah bersahabat sejak mereka dalam fase gametofit. Kakto adalah seekor kaktus yang egois, ambisius, bercita-cita menjadi politisi, suka curang, tetapi dia adalah kaktus yang paling tampan diantara bangsa kaktus-kaktus yang lainnya.


Sementara itu kakti adalah adalah kaktus yang biasa-biasa saja. Ia berasal dari keluarga yang terbilang ”kurang mampu”, pendidikannya biasa-biasa saja. Dia tidak rupawan seperti sahabatnya, kakto.

Mereka berdua berpetualang mengelilingi dunia, Kakto dengan gaya Agresifnya selalu mendikte Kakti yang ”terpaksa submisif” saat itu. Sekitar 5 tahun mereka akhirnya berhasil mengelilingi dunia. Tempat demi tempat mereka lalui, bahkan mereka sempat bertemu dengan MEGATRON saat pertama kalinya si robot jahat dari Cybertron itu datang ke bumi.


Nah, saat mereka sedang berada di tempat yang bernama Hindia Belanda,,,,,, mereka mendapat peringatan dari pemerintah yang korup pada saat itu, bahwa sekitar 2 tahun lagi akan terjadi bencana besar-besaran di muka bumi akibat pemanasan global....

Akhirnya Kakto dan Kakti berdiskusi,


”Kakti, kita harus menyelamatkan diri dari bencana”


” Tidak Kakto, yang harus kita lakukan adalah menyesuaikan fungsi morphologi dan fisiologi kita dengan bencana yang akan terjadi ” (untuk pertama kalinya kakti membantah keinginan kakto)


” dasar kaktus bodoh, mana mungkin kita bisa bertahan dengan atmosfer mengerikan yang diakibatkan bencana itu, kita harus menyelamatkan diri, demi kelangsungan ras kita ” kata kakto

”sori, kita nggak sejalan, sepertinya kita nggak sepaham, sori.. sori...” kakti membalas


” terserah lah... kamu mau mati ya kakti, ide gila kamu itu nggak bisa di terima secara ilmiah” kata kakto geram

Akhirnya kakto dan kakti berpisah, kakto sibuk menyelamatkan diri dengan membuat bunker-bunker untuk para kaktus, sedangkan kakti pergi ke mesir untuk belajar ”hidup dalam kegersangan”. Kakti berpikiran bahwa ia harus mengkondisikan ’derita” kedalam fungsi tubuhnya agar dia terbiasa dengan keadaan yang sangat mengerikan.


Dengan ilmu statistik dan penerapan aljabar yang sempurna akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa untuk dapat bertahan hidup, dia harus hidup di daerah gersang dan tandus, sedikit air dan unsur hara yang dibutuhkan bangsa tanaman.


Bencana yang dijanjikan akhirnya datang,,, bumi semakin panas,,, hewan-hewanan banyak yang berguguran, bangsa tanaman-tanaman tewas dalam medan bencana. Begitu juga dengan kakto,,, kaktus yang sombong.....

Bagaimana keadaan kakti?????


Dengan atas berkat rahmat tuhan yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya bertahan hidup........... akhirnya KAKTI SELAMAT, dia berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan, meski ia harus kehilangan kakinya... dan tumbuh duri-duri dari tubuhnya untuk menjaga persediaan air.

Kakti yang mulanya kaktus yang biasa-biasa saja. Akhirnya mampu bertahan hidup dan menjadi ”the one”. Ini semua berkat usaha dan kerja kerasnya. Ia menempa dirinya dengan hal-hal sulit yang tidak kaktus lain lakukan.. dan hasilnya.. HEPI ENDING


Begitu dah cerita asal mula kaktus,,,, tapi yang penting dari cerita diatas adalah kisah kepahlawanan kakti untuk terus bertahan hidup...

Manusia, yang katanya makhluk yang paling sempurna, seharusnya bisa belajar dari kisah diatas, kita harus melewati jalan yang sangat sulit untuk mendapatkan sebuah akhir yang indah...... ketika kita bermimpi, kita harus sadar bahwa kita akan melewati jalan yang sangat sulit untuk meraih mimpi itu, jalan yang sulit bukan berarti nggak bisa dilalui lho.. tetep yakin bahwa mimpi kamu pasti jadi kenyataan.


(closing statement)..... MELEWATI JALAN YANG SULIT ADALAH SYARAT MULTAK UNTUK TERKABULNYA MIMPI-MIMPI .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar