
Ceritanya begini,,, ada anak SD lagi belajar berhitung, kayaknya anak itu masih kelas 1 SD. malem hari sekitar tanggal 30an bulan Februari. dia nanya sama orang tuanya,
"Mamah, 3+2 berapa". terus Mamahnya jawab " 5 dek".
ngerasa udah cukup pinter, akhirnya si anak bobo dah. besoknya si anak ini pergi ke sekolah dianter papahnya naek sepeda. bel sekolah udah bunyi. pelajaran pertama pelajaran MATEMATIKA. nah si anak ini langsung sumringah gitu, soalnya dia ngerasa udah pinter gara-gara tadi malem belajar sama ibunya. pas lagi asik-asiknya guru nerangin pelajaran,
Si Guru yang Budiman bertanya. " anak-anak, berapa 4+1 ? ". terus ada temen si anak tadi (sebut saja namanya Melati).
"Melati bu, jawabannya 5", "iya, Melati benar", kata Si guru yang budiman. Si anak jadi bingung..... dalam hatinya yang masih suci dan belum terkontaminasi facebook, dia berkata " lima itu kan tiga di tambah dua, bukan empat di tambah satu".......???????????
Yang paling penting dari cerita diatas, bukan kita tau si anak itu sekolah dimana? atau nama bapaknya? atau gaji si guru yang budiman dengan status hononernya?. tapi hikmah yang bisa kita ambil didalamnya.... Rahasia Tuhan menciptakan bumi ini bulat ternyata banyak banget, salah satunya agar kita memahami bahwa hidup ini tidak bersudut, maksudnya... nggak ada ukuran buat kita menilai sesuatu, banyak cara kita untuk dapat melihat suatu obyek. yang penting jangan menggunakan pandangan sempit. Konstanta-konstanta selalu tersusun dari variable-variable yang berbeda. semua yang ada di dunia ini nggak bisa dilihat dari satu pendekatan aja.... "need more approach to see", jangan sampai operant conditioning kita
mengacaukan kebenaran.. dunia ini terlalu besar untuk orang-orang yang berfikir sempit.. lihat segalanya lebih dekat.... dan kau akan menilai lebih profesional.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar