Rabu, 27 Januari 2010

ahli ibadah dan sepotong roti


Kalo yang ini ceritanya cerita serius,,,,


karena saya dapet cerita ini secara lisan dari orang lain yang nggak saya nggak tau namanya. Jadi mohon maaf banget karena saya nggak bisa menuliskan sumber tulisan ini secara jelas. Bukan bermaksud plagiarisme. Tapi saya bener-bener nggak tau nama saudara yang luar biasa ini.. maaf banget ya.... saya juga nggak tau kebenaran pasti cerita ini, tapi yang jelas, hikmahnya dari cerita ini..... lebih besar dari bumi dan langit


Begini cerita yang indah itu (kali ini di tulis dengan gaya serius tanpa becanda2)

Alkisah hiduplah seorang ahli ibadah yang sangat tekun, konsisten, dan berkomitmen dengan ibadahnya... dia beribadah siang dan malam, pagi dan sore tanpa mengenal lelah. Ia beribadah dengan khusyu dan hanya mengharapkan kasih sayang dari Tuhannya. Ribuan doa terhambur dari lisannya setiap hari. Dzikir yang tiada henti ia lantunkan seiring dengan hembusan nafasnya... setiap kali paru-parunya berkontraksi dan relaksasi, maka Dzikir dan puji-pujian untuk Tuhannya pun mengalir di setiap pembuluh darah orang ini. Sudah 40 tahun ia beribadah seperti ini... tiada henti-hentinya selama 40 tahun tersebut. Bahkan ia sangat jarang keluar dari tempat beribadahnya, kecuali untuk makan dan bekerja mengumpulkan kayu bakar di hutan.


Akan tetapi setan yang terkutuk tidak henti-hentinya menggoda manusia untuk selalu berbuat jahat, dengan bisikan-bisikan yang halus dan menggoda naluri. Setan menjerumuskan anak adam ke lubang hitam.

Dengan memanfaatkan teori peluang acak, setan akhirnya membujuk sang ahli ibadah ini untuk pergi ke sebuah tempat ”prostitusi” pada zaman itu. Ahli ibadah itupun terbujuk oleh setan. Lelaki ahli ibadah itu akhirnya melakukan dosa yang sangat besar. Yaitu berzinah..... bahkan ia melakukannya selama 7 hari setiap malam seusai ia bekerja.. ia telah lupa pada ibadahnya dan Tuhannya.


Tetapi hati nurani yang jujur akhirnya menyadarkan ia bahwa ia telah berbuat dosa.....

KHILAF,,, itulah yang ia rasakan,,,, akhirnya lelaki ahli ibadah ini tersadar dan menyesali perbuatannya.... ia telah melakukan dosa besar... sangat besar...


Ia langsung pergi dari tempat prostitusi tersebut, ia pergi jauh dari desanya dan mengasingkan diri,, ia sangat menyesal seraya takut terhadap azab tuhan atas perbuatan yang telah ia lakukan. Ia memikirkannya sepanjang waktu. Ia sangat ketakukan sampai mukanya menjadi sangat pucat.


Saat ia berjalan tanpa arah dengan kondisi yang sangat kebinggungan dan lapar..... ia menemukan sebuah tempat penampungan bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah di daerah itu. Ia sekedar ingin berteduh karena cuaca sangat dingin.....


Dia masuk ke tempat penampungan tersebut dan beristirahat......

Selang beberapa saat, dari luar datanglah seorang dermawan yang biasanya datang ke tempat penampungan tersebut dan membawakan makanan untuk para ”tuna wisma” , saat itu kira-kira ada 30 orang, ditambah dengan lelaki ahli ibadah tersebut berarti ada 31 orang. Si dermawan yang tidak mengetahui kedatangan lelaki ahli ibadah ini hanya membawa 30 roti untuk dibagikan kepada para tuna wisma....


Seusai dibagikan secara serabutan... ternyata lelaki ahli ibadah tersebut mendapatkan jatah roti.... karena sangat lapar, tanpa ambil pusing akhirnya dia mengambil roti tersebut..


Akan tetapi, ketika baru saja ia ingin memakan roti tersebut, ia mendengar suara....


”mana roti untukku, aku sangat lapar, tidak adakan roti untukku malam ini”


Karena sangat kasihan,,,,, lelaki ahli ibadah ini memberikan rotinya kepada orang yang tidak kebagian jatah roti tersebut.....


Keesokan paginya,,,,, takdir memang datang tanpa di duga. Lelaki ahli ibadah tersebut meninggal dunia....


Melompati dimensi waktu........

Akhirnya tibalah hari perhitungan bagi manusia....


Lelaki ahli ibadah ini dihadapkan pada PENGADILAN YANG TERADIL oleh TUHAN YANG MAHA ADIL.... malaikat pembawa catatan kebaikan datang dan memberi tahu bahwa lelaki ini adalah seorang ahli ibadah yang selalu beribadah selama 40 tahun...


Tetapi kemudian malaikat pembawa catatan keburukan datang dan melaporkan bahwa semua amal kebaikan lelaki tersebut selama 40 telah hangus dan tidak berguna lagi setelah ia melakukan dosa selama 7 hari..

Lelaki ini menjadi lemas..... ia seolah di hadapkan pada neraka....


Tapi tahukah dikau sahabat,,,,,,, datanglah orang yang dulu pernah ia berikan roti dan berterima kasih kepada lelaki tersebut.... malaikat pembawa catatan kebaikan berkata bahwa kebaikan dan ibadahnya memang telah sia-sia selama 40 tahun karena dosa yang ia lakukan selama 7 hari... akan tetapi sepotong roti yang lelaki itu berikan kepada seorang yang sangat lapar, telah menebus dosa tersebut dan telah membuka kasih sayang tuhan untuk mengizinkan lelaki tersebut masuk kedalam surga........

pelajaran dari kaktus


Here they Are,,, Ceritanya.... Pada zaman dahulu kala. Ketika para kaktus masih memiliki kaki dan bisa berjalan bebas dimuka bumi, kira-kira sekitar tahun 584.963 SM. Hiduplah 2 ekor kaktus yang sudah bersahabat sejak lama. Namanya Kakto dan Kakti..


Mereka berdua sudah bersahabat sejak mereka dalam fase gametofit. Kakto adalah seekor kaktus yang egois, ambisius, bercita-cita menjadi politisi, suka curang, tetapi dia adalah kaktus yang paling tampan diantara bangsa kaktus-kaktus yang lainnya.


Sementara itu kakti adalah adalah kaktus yang biasa-biasa saja. Ia berasal dari keluarga yang terbilang ”kurang mampu”, pendidikannya biasa-biasa saja. Dia tidak rupawan seperti sahabatnya, kakto.

Mereka berdua berpetualang mengelilingi dunia, Kakto dengan gaya Agresifnya selalu mendikte Kakti yang ”terpaksa submisif” saat itu. Sekitar 5 tahun mereka akhirnya berhasil mengelilingi dunia. Tempat demi tempat mereka lalui, bahkan mereka sempat bertemu dengan MEGATRON saat pertama kalinya si robot jahat dari Cybertron itu datang ke bumi.


Nah, saat mereka sedang berada di tempat yang bernama Hindia Belanda,,,,,, mereka mendapat peringatan dari pemerintah yang korup pada saat itu, bahwa sekitar 2 tahun lagi akan terjadi bencana besar-besaran di muka bumi akibat pemanasan global....

Akhirnya Kakto dan Kakti berdiskusi,


”Kakti, kita harus menyelamatkan diri dari bencana”


” Tidak Kakto, yang harus kita lakukan adalah menyesuaikan fungsi morphologi dan fisiologi kita dengan bencana yang akan terjadi ” (untuk pertama kalinya kakti membantah keinginan kakto)


” dasar kaktus bodoh, mana mungkin kita bisa bertahan dengan atmosfer mengerikan yang diakibatkan bencana itu, kita harus menyelamatkan diri, demi kelangsungan ras kita ” kata kakto

”sori, kita nggak sejalan, sepertinya kita nggak sepaham, sori.. sori...” kakti membalas


” terserah lah... kamu mau mati ya kakti, ide gila kamu itu nggak bisa di terima secara ilmiah” kata kakto geram

Akhirnya kakto dan kakti berpisah, kakto sibuk menyelamatkan diri dengan membuat bunker-bunker untuk para kaktus, sedangkan kakti pergi ke mesir untuk belajar ”hidup dalam kegersangan”. Kakti berpikiran bahwa ia harus mengkondisikan ’derita” kedalam fungsi tubuhnya agar dia terbiasa dengan keadaan yang sangat mengerikan.


Dengan ilmu statistik dan penerapan aljabar yang sempurna akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa untuk dapat bertahan hidup, dia harus hidup di daerah gersang dan tandus, sedikit air dan unsur hara yang dibutuhkan bangsa tanaman.


Bencana yang dijanjikan akhirnya datang,,, bumi semakin panas,,, hewan-hewanan banyak yang berguguran, bangsa tanaman-tanaman tewas dalam medan bencana. Begitu juga dengan kakto,,, kaktus yang sombong.....

Bagaimana keadaan kakti?????


Dengan atas berkat rahmat tuhan yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya bertahan hidup........... akhirnya KAKTI SELAMAT, dia berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan, meski ia harus kehilangan kakinya... dan tumbuh duri-duri dari tubuhnya untuk menjaga persediaan air.

Kakti yang mulanya kaktus yang biasa-biasa saja. Akhirnya mampu bertahan hidup dan menjadi ”the one”. Ini semua berkat usaha dan kerja kerasnya. Ia menempa dirinya dengan hal-hal sulit yang tidak kaktus lain lakukan.. dan hasilnya.. HEPI ENDING


Begitu dah cerita asal mula kaktus,,,, tapi yang penting dari cerita diatas adalah kisah kepahlawanan kakti untuk terus bertahan hidup...

Manusia, yang katanya makhluk yang paling sempurna, seharusnya bisa belajar dari kisah diatas, kita harus melewati jalan yang sangat sulit untuk mendapatkan sebuah akhir yang indah...... ketika kita bermimpi, kita harus sadar bahwa kita akan melewati jalan yang sangat sulit untuk meraih mimpi itu, jalan yang sulit bukan berarti nggak bisa dilalui lho.. tetep yakin bahwa mimpi kamu pasti jadi kenyataan.


(closing statement)..... MELEWATI JALAN YANG SULIT ADALAH SYARAT MULTAK UNTUK TERKABULNYA MIMPI-MIMPI .

Senin, 25 Januari 2010

Melihat Dunia Dengan Cara Berbeda


Ceritanya begini,,, ada anak SD lagi belajar berhitung, kayaknya anak itu masih kelas 1 SD. malem hari sekitar tanggal 30an bulan Februari. dia nanya sama orang tuanya,

"Mamah, 3+2 berapa". terus Mamahnya jawab " 5 dek".

ngerasa udah cukup pinter, akhirnya si anak bobo dah.
besoknya si anak ini pergi ke sekolah dianter papahnya naek sepeda. bel sekolah udah bunyi. pelajaran pertama pelajaran MATEMATIKA. nah si anak ini langsung sumringah gitu, soalnya dia ngerasa udah pinter gara-gara tadi malem belajar sama ibunya. pas lagi asik-asiknya guru nerangin pelajaran,

Si Guru yang Budiman bertanya. " anak-anak, berapa 4+1 ? ". terus ada temen si anak tadi (sebut saja namanya Melati).

"Melati bu, jawabannya 5",
"iya, Melati benar", kata Si guru yang budiman. Si anak jadi bingung..... dalam hatinya yang masih suci dan belum terkontaminasi facebook, dia berkata " lima itu kan tiga di tambah dua, bukan empat di tambah satu".......???????????

Yang paling penting dari cerita diatas, bukan kita tau si anak itu sekolah dimana? atau nama bapaknya? atau gaji si guru yang budiman dengan status hononernya?.
tapi hikmah yang bisa kita ambil didalamnya.... Rahasia Tuhan menciptakan bumi ini bulat ternyata banyak banget, salah satunya agar kita memahami bahwa hidup ini tidak bersudut, maksudnya... nggak ada ukuran buat kita menilai sesuatu, banyak cara kita untuk dapat melihat suatu obyek. yang penting jangan menggunakan pandangan sempit. Konstanta-konstanta selalu tersusun dari variable-variable yang berbeda. semua yang ada di dunia ini nggak bisa dilihat dari satu pendekatan aja.... "need more approach to see", jangan sampai operant conditioning kita

mengacaukan kebenaran.. dunia ini terlalu besar untuk orang-orang yang berfikir sempit.. lihat segalanya lebih dekat.... dan kau akan menilai lebih profesional.

Jumat, 15 Januari 2010

Akhirnya bisa nulis lagi

woy way woy,,,, apa kabar dunia maya, tempat semua hal menjadi diragukan.. hehehhe
karena datanya kadang suka ugal-ugalan jadi susah banget dicari titik kesimpulannya.

Akhirnya..... bisa nulis lagi setelah vakum setahun karena sibuk membina facebook yang makin lama makin semena-semena (gw lagi subyektif mutlak)...

nulis lagi diBlog bukan karena nggak ada maksud, tapi jelas karena ada sesuatu motivasi yang multak absolut harus di capai...... Namanya MIMPI......

gw sekarang umur 19 tahun, setelah gw pikir-pikir dengan pendekatan manusiawi dan data statistik kegiatan gw selama ini... ternyata gw ambil kesimpulan... HIDUP GW KURANG BERMAKNA..

makanya... mumpung jadi mahasiswa aktif, masih semester 3, gw pengen buat hidup gw lebih menantang lagi... dengan cara gw sendiri...

buat sahabat semuanya, terima kasih ya.... atas pengertiannya udah nerima gw di hati kalian selama ini, biarpun kadang kalian g suka sama gw ( wajar lah ya namanya juga manusia).

oke dah.. sekarang gw cuma pengen cerita dan berbagi cerita aja sama kalian.. mudah-mudahan menyenangkan...... aminn