Sabtu, 19 Juni 2010

desa dan pembangunan

Dewasa ini hampir semua negara di dunia tengah bekerja keras untuk melaksanakan pembangunan. Kemajuan ekonomi memang merupakan komponen utama pembangunan akan tetapi itu bukan satu-satunya komponen. Karena pada akhirnya proses pembangunan harus mampu membawa umat manusia melampaui pengutamaan materi dan aspek-aspek keuangan dari kehidupannya sehari-hari. Dengan demikian pembangunan harus dipahami sebagai suatu proses yang multidimensional, yang melibatkan segenap pengorganisasian dan peninjauan kembali atas sistem-sistem ekonomi dan sosial secara keseluruhan. Selain peningkatan pendapatan dan output, proses pembangunan itu juga berkenaan dengan perubahan yang bersifat radikal atas struktur-struktur kelembagaan sosial dan administrasi, begitu juga dengan sikap-sikap masyarakat.
Paul P.Strenten (2000) juga menjelaskan bahwa konsep pembangunan perekonomian harus didefinisikan sebagai upaya menghapus berbagai bentuk masalah umat manusia, seperti malnutrisi, buta huruf, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan. Jika hanya dihitung berdasarkan tingkat pertumbuhan agregat, maka mungkin pembangunan yang sudah dijalankan selama ini membawa keberhasilan besar, tetapi bila diukur atas dasar jumlah kesempatan kerja baru, peningkatan keadilan sosial dan pemberantasan kemiskinan, pembangunan perekonomian selama ini tidak banyak membuahkan hasil.
Membahas lebih lanjut tentang pembangunan. Maka ada baiknya jika kita melihat melalui pendekatan sub-sub unit yang turut berperan serta dalam pembangunan, salah satunya adalah desa. Menurut Hilmy Mochtar ( 2005) dalam tulisan Desa dan Politik, Beliau mengungkapkan bahwa “ Dalam konsep pembangunan , posisi desa menjadi sangat penting sebagai garda terakhir ekonomi pertumbuhan terutama dibidang swasembada pangan dan petani yang ada di desa menjadi bagian intergral ekonomi pertumbuhan”.
Menurut undang-undang No 19 tahun 1965 desa diberikan pengertian sebagai kesatuan masyarakat hukum yang tertentu batas-batas daerahnya, berhak mengurus rumah tangganya sendiri, memilih penguasanya dan mempunyai harta benda sendiri. Sedangkan para ahli memberikan pengertian yang berbeda-beda tentang desa sesuain dengan pandangan masing-masing. Seorang ahli sosiologi bernama Ferdinand Tonnies memberikan pengertian desa sebagai tempat dimana masyarakat yang memiliki hubungan keterikatan perasaan dan persatuan yang erat. Ter Haar seorang ahli hukum adat melihat desa sebagai suatu kumpulan manusia yang tetap dan hidup teratur dengan pemerintahan dan kekayaan material-nonmaterial sendiri.
Peran desan dalam pembangunan tidak terlepas dari konsep pembangunan itu sendiri dalam konsep masyarakat yang dapat dicermati sebagai suatu proses perencanaan pembangunan partisipatif yang mengakomodasi aspirasi masyarakat, berdasarkan potensi sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan prioritas dalam rangka kesejahteraan masyarakat.

pengangguran dan kemiskinan

PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN


A. PENGANGGURAN

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.

I. JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1. Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu :

a. Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
b. Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :

Akibat permintaan berkurang
Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
Akibat kebijakan pemerintah

c. Pengangguran friksional (Frictional Unemployment) adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
d. Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
e. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin
f. Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).

II. SEBAB-SEBAB TERJADINYA PENGGANGURAN

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:

1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

2. Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang

3. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.

4. Meningkatnya peranan dan aspirasi Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia
5. Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang
Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.


III. DAMPAK-DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEREKONOMIAN

Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

a. Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.
Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.
Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:
 Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.
 Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
 Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.
b. Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
 Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
 Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
 Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.

IV. KEBIJAKAN – KEBIJAKAN PENGANGGURAN

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :
 Cara Mengatasi Pengangguran Struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :
1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja
2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan
3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
 Cara Mengatasi Pengangguran Friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb:
1. Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya
2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru
3. Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home indiustri
4. Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya
5. Pembukaan proyek-proyek umum oleh peme-rintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
 Cara Mengatasi Pengangguran Musiman.
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :
1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain, dan
2. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
 Cara mengatasi Pengangguran Siklus
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :
1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan
2. Meningkatkan daya beli Masyarakat.













B. KEMISKINAN

Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia.

I. JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYA
Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut
 Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
 Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.

II. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan
 Tingkat dan laju pertumbuhan output
 Tingkat upah neto
 Distribusi pendapatan
 Kesempatan kerja
 Tingkat inflasi
 Pajak dan subsidi
 Investasi
 Alokasi serta kualitas SDA
 Ketersediaan fasilitas umum
 Penggunaan teknologi
 Tingkat dan jenis pendidikan
 Kondisi fisik dan alam
 Politik
 Bencana alam
 Peperangan


III. KEBIJAKAN ANTIKEMISKINAN
Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.
Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :
1. pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan
2. Pemerintahan yang baik (good governance)
3. Pembangunan sosial

Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :
a. Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan
b. Intervensi jangka menengah dan panjang
o Pembangunan sektor swasta
o Kerjasama regional
o APBN dan administrasi
o Desentralisasi
o Pendidikan dan Kesehatan
o Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan

feature

• Stright/spot News — berisi materi penting yang harus segera
dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news)
• News Feature — memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya
dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat
terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif)
melalui interpretasi.
• Feature — bertujuan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang
menarik tapi tidak selalu penting.

Dalam persaingan media yang kian ketat tak hanya antar media cetak
melainkan juga antara media cetak dengan televisi, straight/spot news
seringkali tak terlalu memuaskan. Spot news cenderung hanya berumur
sehari untuk kemudian dibuang, atau bahkan beberapa jam di televisi.
Spot news juga cenderung menekankan sekadar unsur elementer dalam
berita, namun melupakan background.

Kita memerlukan berita yang lebih dari itu untuk bisa bersaing. Kita
memerlukan news feature — perkawinan antara spot news dan feature.

Karena tradisi ini relatif baru, kita perlu terlebih dulu memahami apa
unsur-unsur dan
aspek mendasar dari feature.

Apakah feature?
Inilah batasan klasik mengenai feature: ”Cerita feature adalah
artikel yang kreatif, kadang kadang subyektif, yang terutama
dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca
tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan.”

Kreatifitas
Berbeda dari penulisan berita biasa, penulisan feature memungkinkan
reporter ”menciptakan” sebuah cerita.

Meskipun masih diikat etika bahwa tulisan harus akurat — karangan
fiktif dan khayalan tidak boleh — reporter bisa mencari feature dalam
pikirannya, kemudian setelah mengadakan penelitian terhadap gagasannya
itu, ia menulis.

Subyektifitas
Beberapa feature ditulis dalam bentuk ”aku”, sehingga memungkinkan
reporter memasukkan emosi dan pikirannya sendiri. Meskipun banyak
reporter, yang dididik dalam reporting obyektif, hanya memakai teknik
ini bila tidak ada pilihan lain, hasilnya enak dibaca.

Tapi, reporter-reporter muda harus awas terhadap cara seperti itu.
Kesalahan umum pada reporter baru adalah kecenderungan untuk
menonjolkan diri sendiri lewat penulisan dengan gaya ”aku”.
Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman begini: ”Kalau Anda bukan
tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.”

Informatif
Feature, yang kurang nilai beritanya, bisa memberikan informasi kepada
masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin
diabaikan dalam penulisan berita biasa di koran. Misalnya tentang
sebuah Museum atau Kebun Binatang yang terancam tutup.

Aspek informatif mengenai penulisan feature bisa juga dalam
bentuk-bentuk lain. Ada banyak feature yang enteng-enteng saja, tapi
bila berada di tangan penulis yang baik, feature bisa menjadi alat
yang ampuh. Feature bisa menggelitik hati sanubari manusia untuk
menciptakan perubahan konstruktif.

Menghibur
Dalam 20 tahun terakhir ini, feature menjadi alat penting bagi
suratkabar untuk bersaing dengan media elektronika.

Reporter suratkabar mengakui bahwa mereka tidak akan bisa
”mengalahkan” wartawan radio dan televisi untuk lebih dulu sampai ke
masyarakat. Wartawan radio dan TV bias mengudarakan cerita besar hanya
dalam beberapa menit setelah mereka tahu. Sementara itu wartawan koran
sadar, bahwa baru beberapa jam setelah kejadian, pembacanya baru bisa
tahu sesuatu kejadian — setelah koran diantar.

Wartawan harian, apalagi majalah, bisa mengalahkan saingannya, radio
dan TV, dengan cerita eksklusif. Tapi ia juga bisa membuat versi yang
lebih mendalam (in depth) mengenai cerita yang didengar pembacanya
dari radio.

Dengan patokan seperti ini dalam benaknya, reporter selalu mencari
feature, terhadap berita-berita yang paling hangat. Cerita feature
biasanya eksklusif, sehingga tidak ada kemungkinan dikalahkan oleh
radio dan TV atau koran lain.

Feature memberikan variasi terhadap berita-berita rutin seperti
pembunuhan, skandal, bencana dan pertentangan yang selalu menghiasi
kolom-kolom berita, feature bias membuat pembaca tertawa tertahan.

Seorang reporter bisa menulis ”cerita berwarna-warni” untuk
menangkap perasaan dan suasana dari sebuah peristiwa. Dalam setiap
kasus, sasaran utama adalah bagaimana menghibur pembaca dan memberikan
kepadanya hal-hal yang baru dan segar.

Awet
Menurut seorang wartawan kawakan, koran kemarin hanya baik untuk
bungkus kacang. Unsur berita yang semuanya penting luluh dalam waktu
24 jam. Berita mudah sekali ”punah”, tapi feature bisa disimpan
berhari, berminggu, atau berulan bulan. Koran-koran kecil sering
membuat simpanan ”naskah berlebih” – kebanyakan feature. Feature ini
diset dan disimpan di ruang tata muka, karena editor tahu bahwa nilai
cerita itu tidak akan musnah dimakan waktu.

Dalam kacamata reporter, feature seperti itu mempunyai keuntungan
lain. Tekanan deadline jarang, sehingga ia bisa punya waktu cukup
untuk mengadakan riset secara cermat dan menulisnya kembali sampai
mempunyai mutu yang tertinggi.

Sebuah feature yang mendalam memerlukan waktu cukup. Profil seorang
kepala polisi mungkin baru bisa diperoleh setelah wawancara dengan
kawan-kawan sekerjanya, keluarga, musuh-musuhnya dan kepala polisi itu
sendiri. Diperlukan waktu juga untuk mengamati tabiat, reaksi terhadap
keadaan tertentu perwira itu.

Singkat kata, berbeda dengan berita, tulisan feature memberikan
penekanan yang lebih besar pada fakta-fakta yang penting –
fakta-fakta yang mungkin merangsang emosi (menghibur, memunculkan
empati, disampil tetap tidak meninggalkan unsure informatifnya).
Karena penakanan itu, tulisan feature sering disebut kisah human
interest atau kisah yang berwarna (colourful).

Teknik penulisan feature
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan
fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik
”mengisahkan sebuah cerita”. Memang itulah kunci perbedaan antara
berita ”keras” (spot news) dan feature. Penulis feature pada
hakikatnya adalah seorang yang berkisah.

Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi
pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan
membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.

Penulis feature untuk sebagian besar tetap menggunakan penulisan
jurnalistik dasar, karena ia tahu bahwa teknik-teknik itu sangat
efektif untuk berkomunikasi. Tapi bila ada aturan yang mengurangi
kelincahannya untuk mengisahkan suatu cerita, ia segera menerobos
aturan itu.

”Piramida terbalik” (susunan tulisan yang meletakkan
informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak
begitu penting di bagian bawah – hingga mudah untuk dibuang bila
tulisan itu perlu diperpendek) sering ditinggalkan. Terutama bila
urutan peristiwa sudah dengan sendirinya membentuk cerita yang baik

Minggu, 07 Februari 2010

jejak kecil di kota yang kehujanan

Siang itu, di Jalan raya Padjajaran Bogor, tepatnya di atas jembatan penyebrangan depan Botani Square,

aku berteduh selagi menuju hujan reda. Dari atas sana aku melihat bocah-bocah kecil usia sekolah lalu lalang membawa payung besar bertebaran di pinggir-pinggir jalan.


Mereka berlari dengan cepat kearah pertokoan dan angkutan umun yang sedang berhenti untuk menawarkan payung yang mereka bawa kepada orang yang saat itu kebetulan tidak membawa payung.


Mereka mencoba mengais rupiah demi rupiah dari profesi dadakan yang sangat situasional itu. Entah apa yang ada di pikiran mereka, tetapi satu hal yang pasti, tidak seharusnya anak-anak seperti mereka berada ditempat itu dan melakukan pekerjaan seperti itu, mereka seharusnya mendapatkan hak seperti kebanyakan anak-anak lainnya untuk bersekolah, bermain dan belajar.


Tetapi itu bukan salah mereka, bukan salah orang tua mereka, bukan salah siapa-siapa, itu memang jalan yang harus mereka lalui, Kemiskinan dan Himpitan ekonomi yang melekat pada mereka merebut hak-hak kebebasan mereka, mereka terpaksa bekerja untuk membantu keuangan keluarga mereka, hanya untuk sesuap nasi yang belum tentu setiap hari mereka bisa menikmatinya. Mereka hanya berusaha untuk bertahan hidup. Meskipun tidak bisa dinafikan bahwa dalam hati mereka, mereka mendambakan kehidupan yang lebih layak, kehidupan yang bisa menjamin keberadaan mereka....


Tetapi dunia tetaplah Misteri....

Tetaplah melangkah wahai para bocah-bocah,,,,

Ketika hujan reda nanti,,,,,

Ada pelangi yang sangat indah menanti kalian....

tentang kamu 1

Banyak orang bercerita tentang kematian....


Tetapi aku lebih tertarik ketika dirimu berbicara tentang kehidupan....


Tentang mimpi-mimpi...


Yang menjadi parameter dari setiap tindakan rasional instrumental kita...


Banyak orang menutup matanya dari kenyataan.......


Tetapi aku lebih suka ketika matamu yang cantik terbuka untuk melihat kebenaran....


Tentang semua harapan.....


Yang membimbing kita menuju masa depan.....


Mengapa Tuhan mempertemukan kita dalam perputaran waktu......


Menitmu menjadi menitku, detiku menjadi detikmu


Mengalir dengan konstan.............


Dan aku hanya ingin....... bersama dirimu untuk melihat pelangi......


Dan kita harus bersabar...


Menunggu hujan reda.....

Rabu, 27 Januari 2010

ahli ibadah dan sepotong roti


Kalo yang ini ceritanya cerita serius,,,,


karena saya dapet cerita ini secara lisan dari orang lain yang nggak saya nggak tau namanya. Jadi mohon maaf banget karena saya nggak bisa menuliskan sumber tulisan ini secara jelas. Bukan bermaksud plagiarisme. Tapi saya bener-bener nggak tau nama saudara yang luar biasa ini.. maaf banget ya.... saya juga nggak tau kebenaran pasti cerita ini, tapi yang jelas, hikmahnya dari cerita ini..... lebih besar dari bumi dan langit


Begini cerita yang indah itu (kali ini di tulis dengan gaya serius tanpa becanda2)

Alkisah hiduplah seorang ahli ibadah yang sangat tekun, konsisten, dan berkomitmen dengan ibadahnya... dia beribadah siang dan malam, pagi dan sore tanpa mengenal lelah. Ia beribadah dengan khusyu dan hanya mengharapkan kasih sayang dari Tuhannya. Ribuan doa terhambur dari lisannya setiap hari. Dzikir yang tiada henti ia lantunkan seiring dengan hembusan nafasnya... setiap kali paru-parunya berkontraksi dan relaksasi, maka Dzikir dan puji-pujian untuk Tuhannya pun mengalir di setiap pembuluh darah orang ini. Sudah 40 tahun ia beribadah seperti ini... tiada henti-hentinya selama 40 tahun tersebut. Bahkan ia sangat jarang keluar dari tempat beribadahnya, kecuali untuk makan dan bekerja mengumpulkan kayu bakar di hutan.


Akan tetapi setan yang terkutuk tidak henti-hentinya menggoda manusia untuk selalu berbuat jahat, dengan bisikan-bisikan yang halus dan menggoda naluri. Setan menjerumuskan anak adam ke lubang hitam.

Dengan memanfaatkan teori peluang acak, setan akhirnya membujuk sang ahli ibadah ini untuk pergi ke sebuah tempat ”prostitusi” pada zaman itu. Ahli ibadah itupun terbujuk oleh setan. Lelaki ahli ibadah itu akhirnya melakukan dosa yang sangat besar. Yaitu berzinah..... bahkan ia melakukannya selama 7 hari setiap malam seusai ia bekerja.. ia telah lupa pada ibadahnya dan Tuhannya.


Tetapi hati nurani yang jujur akhirnya menyadarkan ia bahwa ia telah berbuat dosa.....

KHILAF,,, itulah yang ia rasakan,,,, akhirnya lelaki ahli ibadah ini tersadar dan menyesali perbuatannya.... ia telah melakukan dosa besar... sangat besar...


Ia langsung pergi dari tempat prostitusi tersebut, ia pergi jauh dari desanya dan mengasingkan diri,, ia sangat menyesal seraya takut terhadap azab tuhan atas perbuatan yang telah ia lakukan. Ia memikirkannya sepanjang waktu. Ia sangat ketakukan sampai mukanya menjadi sangat pucat.


Saat ia berjalan tanpa arah dengan kondisi yang sangat kebinggungan dan lapar..... ia menemukan sebuah tempat penampungan bagi orang-orang yang tidak memiliki rumah di daerah itu. Ia sekedar ingin berteduh karena cuaca sangat dingin.....


Dia masuk ke tempat penampungan tersebut dan beristirahat......

Selang beberapa saat, dari luar datanglah seorang dermawan yang biasanya datang ke tempat penampungan tersebut dan membawakan makanan untuk para ”tuna wisma” , saat itu kira-kira ada 30 orang, ditambah dengan lelaki ahli ibadah tersebut berarti ada 31 orang. Si dermawan yang tidak mengetahui kedatangan lelaki ahli ibadah ini hanya membawa 30 roti untuk dibagikan kepada para tuna wisma....


Seusai dibagikan secara serabutan... ternyata lelaki ahli ibadah tersebut mendapatkan jatah roti.... karena sangat lapar, tanpa ambil pusing akhirnya dia mengambil roti tersebut..


Akan tetapi, ketika baru saja ia ingin memakan roti tersebut, ia mendengar suara....


”mana roti untukku, aku sangat lapar, tidak adakan roti untukku malam ini”


Karena sangat kasihan,,,,, lelaki ahli ibadah ini memberikan rotinya kepada orang yang tidak kebagian jatah roti tersebut.....


Keesokan paginya,,,,, takdir memang datang tanpa di duga. Lelaki ahli ibadah tersebut meninggal dunia....


Melompati dimensi waktu........

Akhirnya tibalah hari perhitungan bagi manusia....


Lelaki ahli ibadah ini dihadapkan pada PENGADILAN YANG TERADIL oleh TUHAN YANG MAHA ADIL.... malaikat pembawa catatan kebaikan datang dan memberi tahu bahwa lelaki ini adalah seorang ahli ibadah yang selalu beribadah selama 40 tahun...


Tetapi kemudian malaikat pembawa catatan keburukan datang dan melaporkan bahwa semua amal kebaikan lelaki tersebut selama 40 telah hangus dan tidak berguna lagi setelah ia melakukan dosa selama 7 hari..

Lelaki ini menjadi lemas..... ia seolah di hadapkan pada neraka....


Tapi tahukah dikau sahabat,,,,,,, datanglah orang yang dulu pernah ia berikan roti dan berterima kasih kepada lelaki tersebut.... malaikat pembawa catatan kebaikan berkata bahwa kebaikan dan ibadahnya memang telah sia-sia selama 40 tahun karena dosa yang ia lakukan selama 7 hari... akan tetapi sepotong roti yang lelaki itu berikan kepada seorang yang sangat lapar, telah menebus dosa tersebut dan telah membuka kasih sayang tuhan untuk mengizinkan lelaki tersebut masuk kedalam surga........

pelajaran dari kaktus


Here they Are,,, Ceritanya.... Pada zaman dahulu kala. Ketika para kaktus masih memiliki kaki dan bisa berjalan bebas dimuka bumi, kira-kira sekitar tahun 584.963 SM. Hiduplah 2 ekor kaktus yang sudah bersahabat sejak lama. Namanya Kakto dan Kakti..


Mereka berdua sudah bersahabat sejak mereka dalam fase gametofit. Kakto adalah seekor kaktus yang egois, ambisius, bercita-cita menjadi politisi, suka curang, tetapi dia adalah kaktus yang paling tampan diantara bangsa kaktus-kaktus yang lainnya.


Sementara itu kakti adalah adalah kaktus yang biasa-biasa saja. Ia berasal dari keluarga yang terbilang ”kurang mampu”, pendidikannya biasa-biasa saja. Dia tidak rupawan seperti sahabatnya, kakto.

Mereka berdua berpetualang mengelilingi dunia, Kakto dengan gaya Agresifnya selalu mendikte Kakti yang ”terpaksa submisif” saat itu. Sekitar 5 tahun mereka akhirnya berhasil mengelilingi dunia. Tempat demi tempat mereka lalui, bahkan mereka sempat bertemu dengan MEGATRON saat pertama kalinya si robot jahat dari Cybertron itu datang ke bumi.


Nah, saat mereka sedang berada di tempat yang bernama Hindia Belanda,,,,,, mereka mendapat peringatan dari pemerintah yang korup pada saat itu, bahwa sekitar 2 tahun lagi akan terjadi bencana besar-besaran di muka bumi akibat pemanasan global....

Akhirnya Kakto dan Kakti berdiskusi,


”Kakti, kita harus menyelamatkan diri dari bencana”


” Tidak Kakto, yang harus kita lakukan adalah menyesuaikan fungsi morphologi dan fisiologi kita dengan bencana yang akan terjadi ” (untuk pertama kalinya kakti membantah keinginan kakto)


” dasar kaktus bodoh, mana mungkin kita bisa bertahan dengan atmosfer mengerikan yang diakibatkan bencana itu, kita harus menyelamatkan diri, demi kelangsungan ras kita ” kata kakto

”sori, kita nggak sejalan, sepertinya kita nggak sepaham, sori.. sori...” kakti membalas


” terserah lah... kamu mau mati ya kakti, ide gila kamu itu nggak bisa di terima secara ilmiah” kata kakto geram

Akhirnya kakto dan kakti berpisah, kakto sibuk menyelamatkan diri dengan membuat bunker-bunker untuk para kaktus, sedangkan kakti pergi ke mesir untuk belajar ”hidup dalam kegersangan”. Kakti berpikiran bahwa ia harus mengkondisikan ’derita” kedalam fungsi tubuhnya agar dia terbiasa dengan keadaan yang sangat mengerikan.


Dengan ilmu statistik dan penerapan aljabar yang sempurna akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa untuk dapat bertahan hidup, dia harus hidup di daerah gersang dan tandus, sedikit air dan unsur hara yang dibutuhkan bangsa tanaman.


Bencana yang dijanjikan akhirnya datang,,, bumi semakin panas,,, hewan-hewanan banyak yang berguguran, bangsa tanaman-tanaman tewas dalam medan bencana. Begitu juga dengan kakto,,, kaktus yang sombong.....

Bagaimana keadaan kakti?????


Dengan atas berkat rahmat tuhan yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya bertahan hidup........... akhirnya KAKTI SELAMAT, dia berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan, meski ia harus kehilangan kakinya... dan tumbuh duri-duri dari tubuhnya untuk menjaga persediaan air.

Kakti yang mulanya kaktus yang biasa-biasa saja. Akhirnya mampu bertahan hidup dan menjadi ”the one”. Ini semua berkat usaha dan kerja kerasnya. Ia menempa dirinya dengan hal-hal sulit yang tidak kaktus lain lakukan.. dan hasilnya.. HEPI ENDING


Begitu dah cerita asal mula kaktus,,,, tapi yang penting dari cerita diatas adalah kisah kepahlawanan kakti untuk terus bertahan hidup...

Manusia, yang katanya makhluk yang paling sempurna, seharusnya bisa belajar dari kisah diatas, kita harus melewati jalan yang sangat sulit untuk mendapatkan sebuah akhir yang indah...... ketika kita bermimpi, kita harus sadar bahwa kita akan melewati jalan yang sangat sulit untuk meraih mimpi itu, jalan yang sulit bukan berarti nggak bisa dilalui lho.. tetep yakin bahwa mimpi kamu pasti jadi kenyataan.


(closing statement)..... MELEWATI JALAN YANG SULIT ADALAH SYARAT MULTAK UNTUK TERKABULNYA MIMPI-MIMPI .

Senin, 25 Januari 2010

Melihat Dunia Dengan Cara Berbeda


Ceritanya begini,,, ada anak SD lagi belajar berhitung, kayaknya anak itu masih kelas 1 SD. malem hari sekitar tanggal 30an bulan Februari. dia nanya sama orang tuanya,

"Mamah, 3+2 berapa". terus Mamahnya jawab " 5 dek".

ngerasa udah cukup pinter, akhirnya si anak bobo dah.
besoknya si anak ini pergi ke sekolah dianter papahnya naek sepeda. bel sekolah udah bunyi. pelajaran pertama pelajaran MATEMATIKA. nah si anak ini langsung sumringah gitu, soalnya dia ngerasa udah pinter gara-gara tadi malem belajar sama ibunya. pas lagi asik-asiknya guru nerangin pelajaran,

Si Guru yang Budiman bertanya. " anak-anak, berapa 4+1 ? ". terus ada temen si anak tadi (sebut saja namanya Melati).

"Melati bu, jawabannya 5",
"iya, Melati benar", kata Si guru yang budiman. Si anak jadi bingung..... dalam hatinya yang masih suci dan belum terkontaminasi facebook, dia berkata " lima itu kan tiga di tambah dua, bukan empat di tambah satu".......???????????

Yang paling penting dari cerita diatas, bukan kita tau si anak itu sekolah dimana? atau nama bapaknya? atau gaji si guru yang budiman dengan status hononernya?.
tapi hikmah yang bisa kita ambil didalamnya.... Rahasia Tuhan menciptakan bumi ini bulat ternyata banyak banget, salah satunya agar kita memahami bahwa hidup ini tidak bersudut, maksudnya... nggak ada ukuran buat kita menilai sesuatu, banyak cara kita untuk dapat melihat suatu obyek. yang penting jangan menggunakan pandangan sempit. Konstanta-konstanta selalu tersusun dari variable-variable yang berbeda. semua yang ada di dunia ini nggak bisa dilihat dari satu pendekatan aja.... "need more approach to see", jangan sampai operant conditioning kita

mengacaukan kebenaran.. dunia ini terlalu besar untuk orang-orang yang berfikir sempit.. lihat segalanya lebih dekat.... dan kau akan menilai lebih profesional.

Jumat, 15 Januari 2010

Akhirnya bisa nulis lagi

woy way woy,,,, apa kabar dunia maya, tempat semua hal menjadi diragukan.. hehehhe
karena datanya kadang suka ugal-ugalan jadi susah banget dicari titik kesimpulannya.

Akhirnya..... bisa nulis lagi setelah vakum setahun karena sibuk membina facebook yang makin lama makin semena-semena (gw lagi subyektif mutlak)...

nulis lagi diBlog bukan karena nggak ada maksud, tapi jelas karena ada sesuatu motivasi yang multak absolut harus di capai...... Namanya MIMPI......

gw sekarang umur 19 tahun, setelah gw pikir-pikir dengan pendekatan manusiawi dan data statistik kegiatan gw selama ini... ternyata gw ambil kesimpulan... HIDUP GW KURANG BERMAKNA..

makanya... mumpung jadi mahasiswa aktif, masih semester 3, gw pengen buat hidup gw lebih menantang lagi... dengan cara gw sendiri...

buat sahabat semuanya, terima kasih ya.... atas pengertiannya udah nerima gw di hati kalian selama ini, biarpun kadang kalian g suka sama gw ( wajar lah ya namanya juga manusia).

oke dah.. sekarang gw cuma pengen cerita dan berbagi cerita aja sama kalian.. mudah-mudahan menyenangkan...... aminn